PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penelitian kesehatan sangat diperlukan dalam rangka untuk peningkatan
derajat kualitas kesehatan masyarakat. Penelitian yang melibatkan subjek
penelitian baik manusia ataupun hewan harus menjaga keamanan,
kenyamanan, dan meminimalisir risiko serta mengutamakan manfaat. Oleh
karena hal tersebut sebelum penelitian dilakukan seorang peneliti bidang
kesehatan wajib mengusulkan protocol pada komite etik. Sehingga hasil
penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan dengan aman dan efektif untuk
kesehatan manusia. Manusia yang bersedia menjadi subjek penelitian mungkin
akan mengalami ketidaknyamanan dan rasa nyeri serta terpapar terhadap
berbagai macam risiko. Antisipasi dugaan atas risiko termasuk fisik, sosial,
ekonomi dan psikologis terkait dengan partisipasi dalam penelitian harus
cermat dan sistematis dijelaskan. Risiko sosial mungkin sangat penting dan
dapat mencakup stigma, diskriminasi, hilangnya rasa hormat, atau cemoohan
publik.
Penelitian yang melibatkan manusia sebagai subjek dapat diterima secara
etik apabila berdasarkan metode ilmiah yang valid. Penelitian yang tidak valid
secara ilmiah mengakibatkan peserta penelitian atau komunitasnya mendapat
risiko kerugian atau tidak ada manfaatnya. Berbagai argumen membuktikan
berharganya nilai ekstrinsik ilmu pengetahuan yang dihasilkan, contohnya: a)
penelitian yang membawa kualitas hidup lebih baik dan peningkatan
kesejahteraan, dan b) banyak kehidupan manusia telah diselamatkan sebagai
hasil/produk penelitian.
Oleh karena hal tersebut maka Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO
mendirikan komite etik penelitian kesehatan. Pedoman ini sebagai pedoman
dalam pelaksanaan komite etik maupun peneliti dalam mengajukan protokol.